Rabu, 24 April 2013

Elegi persahabatan


Apakah ada akhir dari sebuah persahabatan? Yang aku tahu cuma ada pasang surut dalam persahabatan. Ada kalanya kita akan merasa sangat dekat dan tak jarang masalah yang kecil bisa menjauhkan kita.

Kadang selalu muncul pertanyaan dibenakku, apakah orang yang dekat denganku sekarang sudah bisa kusebut sahabat? Atau apa sahabat itu benar- benar ada? Jangan-jangan yang namanya sahabat itu cuma ada di imajinasi setiap orang. 

Kalo menurutku sahabat itu bukan orang yang selalu sama-sama bareng aku dan selalu ikut aku kemana-mana. Sahabat itu yang mengerti tanpa diminta, yang ada walau tak terlihat, yang selalu mendukung dengan caranya sendiri. Ga harus bareng-bareng terus kok, saling mendoakan pun sudah lebih dari cukup. Daripada ada didekat ku tapi sibuk sama urusannya sendiri.

Aku pernah memiliki sosok yang seperti kubayangkan tadi. Mengerti dan mendukung dengan caranya sendiri. Aku benar-benar merasakan memiliki seseorang yang membuatku lebih baik. Menyayangi dengan caranya sendiri. Setiap hari ada saja yang ku perdebatkan dengannya, walaupun sebenarnya kita saling menerima pendapat keduanya tapi bukankah debat kecil itu bumbu dari persahabatan? Hehe..

Kita saling mendukung impian masing-masing. Aku tak pernah memaksa dia masuk ke duniaku dan dia pun tak pernah, tapi jujur kita saling mengagumi dunia keduanya.
Aku selalu bahagia mengingat hari-hari yang pernah kami lewati. Tapi sekarang semua sudah berubah, satu rasa saja bisa menghancurkan semuanya. Tak ada debat-debat kecil itu lagi, tak ada becandaan itu lagi. Kami menjauh, dia ingin menjaga hatinya. Aku pun tak ingin menyakitinya. Sedih rasanya kehilangan sosok terbaik saat ini tapi aku ikhlas. Aku yakin suatu saat nanti kita akan kembali saling bercerita dan berdebat. Dia hanya butuh waktu berdamai dengan hatinya. Dia cuma perlu tahu bagiku dia tetap sahabat dan kakak terbaik. Aku selalu mendoakannya dan mendukung semua yang dilakukannya. Aku hanya ingin titip rindu buat dia.:))