Kau ingin pulang? maka aku menyiapkan sampan dan membangun pulau di dadaku yang samudera. Kau ingin pulang? maka aku tumbuhkan dahan yang kokoh pada tanganku yang rapuh untuk kau genggam.Kau ingin pulang? maka aku mencuri gunung laku kutanam di kakiku yang tak mau diam untuk berdiri kokoh menunggumu berkelana.Kau ingin pulang? maka aku mengikat angin di kepalaku yang lebih ramai dari waktu untuk menggiringmu pulang ke pelukanku.
Karena kemanapun langkah membawamu hanya aku tempat yang pantas kau sebut "Rumah". Tapi kau begitu gemar melukai dan menyayatkan kata-kata tajam dan melukai dalam-dalam. Bisakah disebut luka saat kau tersakiti tapi kau selalu ingin kembali?
Hmm..Tapi, di balik matamu menyirat dendam, dalam tatapanmu tersurat prasangka; sebab itu kita tak mampu saling berpelukan lewat mata. Lebih baik kita tak saling bicara.
Ah! Kau tak bisa membaca mata dengan prasangka.. tidak bisakah kau sejenak menatapnya dengan dalam dan menemukan kehangatan disana. Mata itu menipu. Menyembunyikan banyak perkara dibalik tajamnya.
Dengan matamu saja kau tak tahu. Bagaimana dengan semua yang tentang aku? Ah!
Kita cuma perlu berjeda. Menghitung kembali langkah yg pernah kita tapaki bersama. Menghitung setiap detik yang tak pernah tidak kita lewati berdua.
Sudahlah..!! Jangan cemas sayang.Aku mencintaimu layaknya malam tidak akan pernah bertemu pagi.Sudah jalannya. Dan aku menyayangimu layaknya senja yang mengagumi fajar..
"R&K"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar